Gejala - Gejala
Pemanasan Global dan Solusinya
Pemanasan global (Global Warming) pada dasarnya merupakan fenomena peningkatan temperatur global dari tahun ke tahun karena terjadinya efek rumah kaca yang disebabkan oleh meningkatnya emisi gas-gas seperti karbondioksida (CO2), Metana (CH4), Dinitrooksida (N2O), Ozon (O3) dan CFC sehingga energi matahari terperangkap dalam atmosfer bumi. Fenomena lain yaitu proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut dan daratan bumi.
Ada yang bilang pemanasan global itu hanya khayalan para pecinta lingkungan. Ada yang bilang itu sudah takdir. Ilmuwan juga masih pro dan kontra soal itu. Yang pasti, fenomena alam itu bisa dirasakan dalam 5 kejadian berikut ini. Dan yang pasti ini bukan imajinasi belaka, sebab kita sudah mengalaminya.
1. Kebakaran hutan besar-besaran
Bukan hanya di Indonesia, sejumlah hutan di Amerika Serikat juga ikut terbakar ludes. Dalam beberapa dekade ini, kebakaran hutan meluluhlantakan lebih banyak area dalam tempo yang lebih lama juga. Ilmuwan mengaitkan kebakaran yang merajalela ini dengan temperatur yang kian panas dan salju yang meleleh lebih cepat. Musim semi datang lebih awal sehingga salju meleleh lebih awal juga. Area hutan lebih kering dari biasanya dan membuat jadi lebih mudah terbakar.
Solusi :
Dengan tidak membuang puntung rokok sembarangan di area hutan dan juga ikut melakukan kegiatan ramah lingkungan seperti menghemat penggunaan listrik, dan menggunakan transportasi umum agar polusi yang dihasilkan berkurang yang membuat suhu tidak cepat naik dengan ekstrim. Lakukanlah kegiatan ramah lingkungan ini kapanpun dan dimanapun.
2. Situs purbakala cepat rusak
Akibat alam yang tak bersahabat, sejumlah kuil, situs bersejarah, candi dan artefak lain lebih cepat rusak dibandingkan beberapa waktu silam. Warna cepat memudar dan terjadinya pengkapuran yang hebat sehingga sangat rentan terhadap situs purbakalaMelakukan kegiatan sehari-hari dengan sifat ramah lingkungan agar peningkatan suhu tidak parah dan masif. Kurangi penggunaan alat-alat yang menghasilkan emisi karbon dan yang berasal dari fosil (sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui).
3. Ketinggian gunung berkurang
Tanpa disadari banyak orang, pegunungan Alpen mengalami penyusutan ketinggian. Ini diakibatkan melelehnya es di puncaknya. Selama ratusan tahun, bobot lapisan es telah mendorong permukaan bumi akibat tekanannya. Saat lapisan es meleleh, bobot ini terangkat dan permukaan perlahan terangkat kembali.
Solusi :
Melakukan kegiatan sehari-hari dengan sifat ramah lingkungan agar peningkatan suhu tidak parah dan masif. Kurangi penggunaan alat-alat yang menghasilkan karbon dan yang berasal dari fosil (sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui).
4. Keganjilan di kutub utara
Dampak pemanasan global ternyata turut mengubah posisi Kutub Utara Bumi. Sebelumnya, Kutub Utara Bumi berada di sekitaran Kanada selama bertahun-tahun, tapi sejak 15 tahun lalu ada penyimpangan pergerakan kutub. Kali ini, kutub utara Bumi diketahui bergeser ke arah Inggris, tepatnya garis meridian Greenwich. Kondisi itu diperkirakan dipengaruhi oleh perubahan iklim dan pemanasan global, sehingga membuat pergerakan Bumi tak lagi seimbang.
Solusi :
Melakukan kegiatan sehari-hari dengan sifat ramah lingkungan agar peningkatan suhu tidak parah dan masif. Kurangi penggunaan alat-alat yang menghasilkan karbon dan yang berasal dari fosil (sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui).
5. Punahnya berbagai jenis fauna dan flora
Flora dan fauna memiliki batas toleransi terhadap suhu, kelembaban, kadar air dan sumber makanan. Kenaikan suhu global menyebabkan terganggunya siklus air, kelembaban udara dan berdampak pada pertumbuhan tumbuhan sehingga menghambat laju produktivitas primer. Kondisi ini pun memberikan pengaruh habitat dan kehidupan fauna.
Solusi :
Melakukan kegiatan sehari-hari dengan sifat ramah lingkungan agar peningkatan suhu tidak parah dan masif. Kurangi penggunaan alat-alat yang menghasilkan karbon dan yang berasal dari fosil (sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui).
Demikianlah gejala-gejala terhadap pemanasan global dan solusinya. Semua gejala diatas sudah dapat kita dan bagaimana dampaknya bagi keberlangsungan hidup manusia. Marilah untuk bisa lebih peduli terhadap bumi kita ini mulai dari sekarang.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar